BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pada proses
pembelajaran yang umum terjadi di masa kini dan masa lalu, guru selalu
menempatkan siswa sebagi pribadi-pribadi yang tersendiri dan tidak saling
terhubung. Mereka dibiarkan menjalani sendiri-sendiri nasib mereka sebagai pembelajar. Yang pintar akan pintar sendirian, yang kurang beruntung akan
nampak bodoh juga sendirian. Hal ini tentu terkait dengan cara evaluasi yang
dilakukan guru. Pada ujung evaluasi siswa akan menerima raport secara personal.
Oleh karena itu, guru akan selalu menempatkan siswa sebagai individu yang saling terpisah, pun begitu tugas-tugas sekolah yang mereka
berikan. Tugas yang biasanya berbentuk PR pun akan berupa pekerjaan rumah yang
dikerjakan sendiri-sendiri. Memang benar ada sesekali guru memberi tugas
kelompok, namun tugas kelompok ini tidak disertakan aturan main yang jelas,
sehingga tugas kelompok yang harusnya dikerjakan berkelompok cukup dikerjakan
salah satu dari anggota kelompok dan dinamai ramai-ramai. Setelah dikerjakan
guru pun tidak terlalu peduli apakah itu hasil kerja kelomok atau bukan.